Rabu, 11 November 2009

Kota Saya JEMBER TERBINA :)

| |



Sejarah Jember
Berdasarkan Staatsbland Nomor: 322 tanggal 9 Agustus 1928 yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929 sebagai dasar hukum, maka pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan ketentuan tentang penataan kembali pemerintah desentralisasi di wilayah Propinsi Jawa Timur. Antara lain dengan menunjuk REGENSCHAP DJEMBER sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri. Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintah Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, 21 Agustus 1928.
Mempelajari konsideran Staatsbland No. 322 tersebut, diperoleh data yang menunjukkan bahwa Kabupaten Jember menjadi kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri dilandasi dua macam pertimbangan yaitu:
Pertama, Pertimbangan Yuridis Konstitusional, yaitu dengan menunjuk pada Indiche Staatsegeling (IS), suatu Undang Undang Pokok yang berlaku bagi negara jajahan Wilayah Hindia Belanda khususnya pasal 112 ayat pertama.
Kedua, Pertimbangan Politis Sosiologi, yaitu dengan mendengarkan persidangan antara Pemerintah Hindia Belanda dalam menentukan kebijaksanaannya, memanfaatkan tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Hal ini bisa dibuktikan bahwa dari 33 anggota persidangan yang diketuai oleh Bupati pada waktu itu (Noto Hadinegoro), sejumlah 24 di antara mereka adalah orang-orang pribumi. Yang unik dan menarik lagi adalah, Pemerintah Regenschap Jember diberi beban pelunasan hutang-hutang berikut bunganya sepanjang menyangkut tanggungan Regenschap Jember.
Dari artikel ini dapat dipahami bahwa dalam pengertian masyarakat hukum yang berdiri sendiri, tersirat adanya hak untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Sebutan regenschap atau kabupaten sebagai wilayah administratif serta sebutan regent atau Bupati sebagai Kepala Wilayah Kabupaten, diatur dalam artikel 7. Demikian juga pemisahan secara tegas antara Jember dan Bondowoso sebagai bagian dari wilayah yang lebih besar, yaitu Besuki dijelaskan pada artikel 7 ini.
Pada ayat 2 dan 4 artikel 7 ini disebutkan bahwa ayat 2 artikel 121 Ordonasi Propinsi Jawa Timur adalah landasan kekuatan bagi pembuatan Staatsbland tentang pembentukan Kabupaten-kabupaten di Jawa Timur. Semua ketentuan yang dijabarkan dalam staatsbland ini dinyatakan berlaku mulai tanggal 1 Januari 1929. Ini disebutkan pada artikel terakhir dari staatsbland ini. Hal inilah yang memberikan keyakinan kuat kepada kita bahwa secara hukum Kabupaten Jember dilahirkan 1 Januari 1929 dengan sebutan "REGENSCHAP DJEMBER".
Sebagaimana lazimnya sebuah peraturan perundang-undangan, supaya semua orang mengetahui maka ketentuan penataan kembali pemerintah desentralisasi Wilayah Kabupaten Jember yang pada waktu itu disebut regenschap, dimuat juga dalam Lembaran Negara Pemerintah Hindia Belanda. Selanjutnya perlu diketahui pula bahwa, Staatsbland No. 322/1928 di atas ditetapkan di Cipanas, Jawa Barat oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda dengan suatu Surat Keputusan No. IX, 9 Agustus 1928.
Pada perkembangannya dijumpai perubahan-perubahan sebagai berikut.
Pemerintah Regenschap Jember yang semula terbagi menjadi tujuh Wilayah Distrik pada tanggal 1 Januari 1929 sejak berlakunya Staatsbland No. 46/1941 tanggal 1 Maret 1941 maka Wilayah Distrik dipecah-pecah menjadi 25 Onderdistrik, yaitu:
* Distrik Jember, meliputi onderdistrik Jember, Wirolegi dan Arjasa
* Distrik Kalisat, meliputi onderdistrik Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe dan Sukowono o Distrik Rambipuji, meliputi onderdistrik Rambipuji, Panti, Mangli dan Jenggawah
* Distrik Mayang, meliputi onderdistrik Mayang, Silo, Mumbulsari dan Tempurejo
* Distrik Tanggul meliputi onderdistrik Tanggul, Sumberbaru dan Bangsalsari
* Distrik Puger, meliputi onderdistrik Puger, Kencong Gumukmas dan Umbulsari
* Distrik Wuluhan, meliputi onderdistrik Wuluhan, Ambulu dan Balung.
Perkembangan perekonomian begitu pesat, mengakibatkan timbulnya pusat-pusat perdagangan baru terutama perdagangan hasil-hasil pertanian, seperti padi, palawija dan lain-lain, sehingga bergeser pulalah pusat-pusat pemerintah ditingkat distrik, seperti distrik Wuluhan Balung, sedangkan distrik Puger bergeser ke Kencong.
Berdasarkan Undang Undang No.12/1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten di Jawa Timur, menetapkan pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur (dengan Perda) antara lain Daerah Kabupaten Jember ditetapkan menjadi Kabupaten Jember.
Dengan dasar Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1976 tanggal 19 April 1976, maka dibentuklah Wilayah Kota Jember dengan penataan wilayah-wilayah baru sebagai berikut:
* Kacamatan Jember dihapus,
* Dibentuk tiga kecamatan baru, masing-masing Sumbersari, Patrang dan Kaliwates, sedang Kecamatan Wirolegi menjadi Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Mangli menjadi Kecamatan Sukorambi.
Bersamaan dengan pembentukan Kota Administratif Jember, Wilayah Kewedanan Jember bergeser pula dari Jember ke Arjasa yang wilayah kerjanya meliputi Arjasa, Pakusari dan Sukowono yang sebelumnya masuk Distrik Kalisat. Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut, pada perkembangan berikutnya maka secara administratif, Kabupaten Jember saat ini terbagi menjadi tujuh Wilayah Pembantu Bupati, satu Wilayah Kota Adminis-tratif dan 31 Kecamatan, yaitu:
* Kota Administratif Jember, meliputi Kec. Kaliwates, Patrang dan Sumbersar
* Pembantu Bupati di Arjasa, meliputi Kec. Arjasa, Jelbuk, Pakusari dan Sukowono
* Pembantu Bupati di Kalisat, meliputi Kec. Ledokombo, Sumberjambe dan Kalisat; Pembantu Bupati di Mayang, meliputi Kec. Silo, Mumbulsari dan Tempurejo
* Pembantu Bupati di Rambipuji, meliputi Kec. Rambipuji, Panti, Sukorambi, Ajung dan Jenggawah
* Pembantu Bupati di Balung meliputi Kec. Ambulu, Wuluhan dan Balung
* Pembantu Bupati di Kencong, meliputi Kec. Kencong, Jombang, Umbulsari, Gumukmas, dan Puger
* Pembantu Bupati di Tanggul, meliputi Kec. Sembaro, Tanggul, Bangsalsari dan Sumberbaru.
Namun dengan diberlakukannya Otonomi Daerah sejak 1 Januari 2001 sebagai tuntutan No 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka Pemerintah Kabupaten Jember juga telah melakukan penataan kelembagaan dan struktur organisasi, termasuk dihapusnya lembaga Pembantu Bupati yang kini menjadi Kantor Koordinasi Camat.
Kemudian dalam menjalankan roda pemerintah di era Otonomi Daerah ini Pemerintah Kabupaten Jember dibantu empat Kantor Koordinasi Camat, masing-masing:
* Kantor Koordinasi Camat Jember Barat di Tanggul
* Kantor Koordinasi Camat Jember Selatan di Balung
* Kantor Koordinasi Camat Jember Tengan di Rambipuji
* Kantor Koordinasi Camat Jember Timur di Kalisat
Sementara lembaga yang baru dibentuk berkaitan dengan Otonomi Daerah, meliputi enam badan, 21 Dinas dan sembilan kantor, sedang Sekretariat Daerah membawahi 10 bagian. Dengan mengacu pada kajian tersebut di atas, maka tepat pada hari jadi ke-72 Kabupaten Jember memasuki babak baru dalam sistem desentralisasi atau Otonomi. Kabupaten ini memiliki kewenangan penuh untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai keinginan dan aspirasi rakyatnya sesuai per-aturan perundangan yang berlaku.
Tentang Jember
Jember adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Jember. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Lumajang di barat. Kabupaten Jember terdiri atas 31 kecamatan.
Kota Jember dahulu merupakan kota administratif, namun sejak tahun 2001 istilah kota administratif dihapus, sehingga Kota Administratif Jember kembali menjadi bagian dari Kabupaten Jember. Jember merupakan pusat regional di kawasan timur tapal kuda.
Geografi
Bagian selatan wilayah Kabupaten Jember adalah dataran rendah dengan titik terluarnya adalah pulau Nusa Barong. Pada kawasan ini terdapat Taman Nasional Meru Betiri yang berbatasan dengan wilayah administratif kabupaten Banyuwangi. Bagian barat laut (berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo adalah pegunungan, bagian dari Pegunungan Iyang, dengan puncaknya Gunung Argopuro (3.088 m). Bagian timur merupakan bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Ijen.
Pendidikan
Kota Jember memiliki perguruan tinggi negeri Universitas Negeri Jember dan Politeknik Negeri Jember. Selain itu terdapat beberapa perguruan tinggi yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Islam Jember, Universitas Moch. Seroedji, IKIP PGRI, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mandala. PPKIA (Pusat Pendidikan Komputer Indonesia Amerika) salah satu lembaga pendidikan luar sekolah, ada juga (PIKMI) pusat pendidkan progarm satu tahun yang berbasis komputer, (MAGISTRA UTAMA).
Transportasi
Kota Jember terletak di jalur utama Surabaya-Jember-Banyuwangi. Jember juga dilintasi jalur kereta api, yang menghubungkan Jember dengan kota-kota lain di Pulau Jawa, yaitu Purwokerto, Yogyakarta, Jombang, Surabaya, Probolinggo, Lumajang, dan Banyuwangi. Stasiun Jember adalah yang terbesar, dan merupakan pusat dari Daop 9 Jember yang mengatur stasiun dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Di samping stasiun-stasiun kecil lainnya di Tanggul, Rambipuji, dan Kalisat. Di Jember juga terdapat stasiun-stasiun kecil seperti Bangsalsari, Mangli, Arjasa, Kotok, Ledokombo, Sempolan, Garahan. Stasiun ini hanya digunakan ketika terjadi persilangan kereta api dan hanya digunakan oleh kereta api ekonomi sepertri Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) dan kereta Pandanwangi (Jember - Banyuwangi). Jalur kereta api Kalisat-Situbondo kini tidak lagi beroperasi. Jalur bus Surabaya - Jember - Banyuwangi (lewat Tanggul), Surabaya - Jember - Banyuwangi (lewat Kencong - Balung dan atau Ambulu) yang juga melewati kota Lumajang serta jalur Jember - Bondowoso - Situbondo. Jalur Bus Patas (cepat terbatas) Jember - Surabaya, Jember - Malang serta Jember - Denpasar. Terdapat pula Bandara Notohadinegoro yang sudah dibuka untuk umum. melayani penerbangan Jember - Surabaya P.P.
Penduduk
Mayoritas penduduk Kabupaten Jember terdiri atas Suku Jawa dan Suku Madura, yang sebagian besar beragama IslamDan beragama Kristen. Penduduk minoritas diantaranya Tionghoa dan Suku Osing. Di bagian utara, Suku Madura cukup dominan dan di sejumlah tempat merupakan mayoritas. Kebanyakan dari mereka tidak berbahasa Jawa tetapi berbahsa madura. Namun tidak demikian bagi suku Madura yang tinggal di Jember bagian utara misalnya di Kecamatan Sukowono, Sumberjambe, Jelbuk, Arjasa, Panti, Sukorambi, Bangsal, Tanggul yang berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso.Suku Jawa dominan di Kecamatan Wuluhan, Gumukmas, Ambulu, Balung, Kencong dan Puger semboro di daerah ini bahsa tia-tiap hari mereka adalh bahsa jawa.
Perekonomian
Karena sebagian besar penduduknya masih berpenghasilan utama sebagai petani, maka perekonomian Jember masih banyak ditunjang dari sektor pertanian. Jember banyak terdapat area perkebunan, kebanyakan adalah peninggalan Belanda. Jember terkenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau utama di Indonesia.
 
JEMBER DIBALIK BUDAYA

Banyak sekali kebudayaan ataupun adat istiadat di Jember yang menarik untuk diketahui. Berbagai kekayaan peninggalan nenek moyang yang perlu dijaga dan dilestarikan untuk anak cucu kita. Saya akan memberikan beberapa contoh kebudayaan Jember yang sangat artistic dan bernilai seni tinggi. Beberapa adalah sebagai berikut :

Tari Daerah Jember :
TARIAN LAHBAKO



Lahbako merupakan tarian khas Jember menggambarkan petani sedang menanam dan mengolah tembakau yang merupakan produksi ekspor dari Jember disamping kopi, karet, terpentin dan kakao.
Tarian yang ditarikan oleh penari-penari remaja ini sering disajikan untuk menyambut tamu-tamu wisata di Kabupaten Jember baik tamu-tamu wisata mancanegara atau tamu-tamu wisata domestik.

KUDA KENCAK



Masyarakat Jember mengenal kuda kencak sejak jaman penjajahan. Kuda kencak digunakan untuk menghibur masyarakat tatkala ada kegiatan sunatan.
Pengantin sunat diarak kelliling desa untuk memenuhi sanak kerabatnya dengan menaiki kuda kencak.
Sekarang ini seni kuda kencak sudah berkembang tidak hanya masyarakat yang mempunyai hajatan sunatan tapi juga pawai-pawai dan festival.
Dengan kata lain seni kuda kencak sudah menjadi atraksi pariwisata bagi penduduk Pemerintah Daerah Kabupaten Jember.
Musik Tradisional Khas Jember :
Musik Tradisional Pencak Silat yang Kian Langka


Adanya arus globalisasi berimbas pada tergesernya beberapa kebudayaan lokal. Sebut saja musik tradisional pencak silat yang saat ini banyak ditinggalkan generasi muda karena lebih tergiur pada musik-musik impor yang katanya lebih ‘ngetrend’.Saat ini, jumlah pemain dan kelompok musik tradisional pencak silat di Jember bisa dihitung dengan jari. Dan rata-rata mereka berusia 40 tahun ke atas.
Perlu diketahui, musik tradisional pencak silat adalah musik pengiring dihelatnya atraksi silat. Namun, atraksi yang disuguhkan bukanlah dalam bentuk pertandingan. “Musik ini biasanya mengiringi atraksi silat yang diperagakan hanya sebagai hiburan saja, bukan untuk dipertandingkan”, lanjut ketua IPSI dua periode itu.
Sebenarnya, alat musik yang digunakan sederhana saja. Alat musik yang dipergunakan berupa beberapa gendang, gong, gamelan dan rebana.
Sebagai hiburan rakyat, atraksi silat yang diperagakan tidak akan terasa meriah bila jenis musik yang satu ini tidak diperdengarkan
Meski sepi peminat dalam memainkan alat musik ini, tapi ternyata penikmat atraksi ini sangat banyak. Terbukti, setiap digelarnya perhelatan ini penontonnya sangat banyak
Selain itu, tambahnya, bila ada tamu-tamu asing atau kunjungan pejabat dari daerah lain, atraksi pencak silat bisa disuguhkan sebagai sajian selamat datang seperti halnya tari Labako yang menggambarkan kegiatan pemetik daun tembakau sebagai icon Jember
Untuk menemukan ‘bibit-bibit’ pemain musik tersebut, memang perlu diadakan perlombaan antar kelompok musik tradisional itu. Misalnya seperti lomba Zafin, hadroh atau qasidah yang sudah biasa diadakan oleh masyarakat kita.
Musik Patrol :

Musik patrol sering terdengar di daerah jigjakarta, mungkin kebanyakan orang belum tahu nama musik patrol tetapi pernah bahkas sering mendengarkan. Ya, musik patrol ini berasal dari Jember jawa timur (tempat anang, dewi persik, dll).
Musik ini dibawakan oleh anak-anak mahasiswa asli dari jember yang berdomisili di jogjakarta terutama yang ada di Asrama Putra Jember (APJ) yang merupakan markas atau pusat atau sekretariat IKPMJ (Ikatan Keluarga dan Pelajar Mahasiswa Jember di Jogjakarta) dan pusat latihan rutin musik ini.

Patrol adalah musik tradisional yang terdiri dari alat musik dasarnya adalah remo, kentir, kleter, tik tuk, bas, tamborin, dan pakaiannya tentu saja pakaian tradisional Jember. Meskipun alat musik dasarnya adalah tradisional, anak-anak jember ini dapat memadukan musik tradisional dengan musik modern, contohnya adalah alat musik yang ditambah dengan gitar dan keyboard (piano) dengan alunin musik kolaburasi pop dangdut disko dan musik tradisional.

Jika ingin melihat bagaimana permainan musik ini, saksikanlah pada acara-acara kebudayaan IKPMD dan lain sebagainya yang ada di Jogja karena musik patrol ini sering diundang untuk naik panggung terutama tampil pada Monumen Serangan Umum 11 Maret di Jogjakarta.


















Selain itu, terdapat banyak hal dari Jember yang menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Termasuk beberapa event-event berkelas yang menunjang Jember dimata masyarakat Indonesia. Namun sebelumnya, saya akan memberikan profil makanan serta bunga khas Jember :

Makanan Khas Jember :
Suwar suwir adalah makanan khas Jember. Makanan ini terbuat dari tape yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan makanan seperti dodol namun lebih keras.



Bunga Khas Jember :



ANGGREK WANGI. Seorang petugas Poltek Nursery Jember menunjukkan bunga anggrek wangi di Rembangan, Arjasa, Jember, Jawa Timur, Selasa (11/11). Anggrek wangi merupakan varietas baru yang dibudidayakan di Poltek Nursery Jember, yaitu persilangan antara anggrek bulan Phalaenopsis, Sp dengan anggrek hutan yang menghasilkan aroma wangi dan bunga banyak


Sedangkan, untuk beberapa event-event Jember yang sedang menjadi daya tarik para wisawatawan mancanegara ataupun domestic adalah sebagai berikut :

JFC (Jember fashion Carnaval)

a. Sejarah :
1998 Berdirinya Rumah Mode Dynand Fariz sebagai realisasi dari keinginan
sdr. Dynand Fariz sebagai pendidik di bidang fashion tidak hanya memahami teori saja tetapi juga terjun langsung sebagai praktisi sehingga tahu persis keadaan di lapangan.
2001 Dimulainya acara Pekan Mode Dynand Fariz dimana seluruh karyawan selama sepekan harus berpakaian sesuai dengan trend fashion dunia
2002 Dimulainya acara pekan Mode Dynand Fariz dengan berkeliling kampung dan alun-alun Jember . Timbulnya gagasan untuk menyelanggarakan JFC.
2003 1 Januari 2003 JFC 1 diselenggarakan bersamaan dengan HUT Kota Jember dengan tema defile CowBoy, Punk dan Gypsy.
30 Agustus 2003 JFC 2 diselenggarakan bersamaan dengan TAJEMTRA dengan tema busana Arab, Maroko, India, China dan Jepang (Asia)
2004 8 Agustus 2004 JFC 3 dengan tema defile Mali, Athena, Brazil, Indian, Futuristic dan Vintage
Kalau JFC 1 dan JFC 2 sebagai EO adalah DFC maka mulai JFC 3 dikelola oleh JFCC (Jember Fashion Carnaval Council)
2005 7 Agustus 2005 JFC 4 dengan tema utama Discover The World menampilkan defile Archipelago Jawa, Tsunami, Disconstruction, Mesir, GrandPrix, Spanyol, England, Carribbean.

Visi & Misi

Visi JFC – Menjadikan Jember sebagai kota wisata mode pertama di Indonesia bahkan di dunia.
Otonomi daerah memungkinkan setiap daerah untuk menggali potensi yang dimiliki yang memungkinkan dapat meningkatkan kemakmuran daerahnya. Untuk memenangkan persaingan antar daerah kita harus memiliki keunggulan yang tidak atau belum dimiliki oleh daerah lain. Fashion Carnaval dengan tema trend dunia tidak dimiliki oleh daerah lain bahkan di dunia pun belum ada yang mengangkat potensi ini. Keunggulan potensi ini dapat memberikan multiplier efek terhadap potensi lain yang kita miliki.
Misi JFC – Suatu proses atau perjalanan yang membawa banyak manfaat bagi pengembangan dunia pendidikan kita ( SDM ), kesenian, budaya dan perkembangan perekonomian.


Konsep 4 E


EDUCATION ( Pendidikan ) Melalui in house training para peserta diberikan pengetahuan merancang busana, fashion run way, fashion dance, presenter, make up dan hairstyle dan melalui ajang kompetisi ( olympiade) terlahir SDM yang percaya diri, terlahir instruktur, leader, koreographer, presenter , singer . Enterpreneur dll. Melalui penggalian potensi diri peserta dengan memberikan kesempatan untuk pengembangan kreativitas melalui kompetisi akan terlahir ide-ide baru baik dibidang seni tari/ dance, merancang busana , aksesories dll. Bagi Penonton juga menambah wawasan tentang budaya daerah dan budaya luar yang beraneka ragam.
ENTERTAINMENT (Hiburan) Sebagai even eksklusif yang dapat menjadi hiburan bagi masyarakat menyeluruh dari segala lapisan baik profesi, usia, pendidikan, latar belakang ekonomi dan sebagainya.
EXHIBITION (Pameran) Menjadi pusat study atau research perihal Fashion Carnaval, menjadi obyek pengambilan photo bagi photographer professional dan banyak hal lainnya.
ECONOMIC BENEFIT (Pengembangan perekonomian). Melalui penyelenggaraan event yang mempunyai konsep yang jelas, SDM yang berkwalitas, berkesinambungan, menarik , memperoleh dukungan dari masyarakat, pemerintah dan wakil rakyat memungkinkan untuk menjadi potensi wisata unggulan yang dapat menggerakkan potensi wisata lainnya ( perhotelan, restaurant, transportasi, souvenir, makanan khas dll. )













 
BBJ (Bulan Berkunjung ke Jember)

Serangkaian acara yang diadakan oleh Pemkab Jember untuk turut merayakan Hari Kemerdekan Republuk Indonesia di setipa bulan Agustus. Program ini merupakan program tahunan dimana setiap hari akan terdapat banyak acara yang diadakan. Dibawah ini adalah contoh daftar acara BBJ tahun 2008 :



NO ACARA LOKASI/RUTE PELAKSANAAN
1. TENIS MEJA GOR PKPSO 6-8 JULI 2007
2. FESTIVAL LAYANG-LAYANG PANTAI WATU
ULO 15 JULI 2007
3. BOLA BASKET GOR PKPSO 24-29 JULI
6-9 AUG 2007
4. BULUTANGKIS GOR PKPSO 31 JULI - 5
AUG 2007
5. KASTI ALUN-ALUN DAN
STADION 1-15 AUG 2007
6. TENIS LAPANGAN GOR PKPSO 1-5 AUG 2007
7. PENCAK SILAT
SEMI PROFESIONAL PEREBUTAN SABUK PENDEKAR JEMBER ALUN-ALUN 4-12 AUG 2007
8. JEMBER FASHION
CARNAVAL (JFC) ALUN-ALUN S/D
GOR PKPSO 5 AUG 2007
9. PAMERAN BONSAI,
ADENIUM,
TANAMAN HIAS DAN UKM BALAI SERBA
GUNA KALIWATES 5-12 AUG 2007
10. CATUR SDN JEMBER
LOR I PAGAH 6-10 AUG 2007
11. FESTIVAL
BUDAYA JEPANG (GROUP AISEN WARATE TAIKO) ALUN-ALUN 8
AUG 2007
12. TINJU PROFESIONAL GOR PKPSO 11 AUG 2007
13. LOMBA BURUNG
BERKICAU ALUN-ALUN 12 AUG 2007
14. POR PLB STADION DAN
SECABA 11-12 AUG 2007
15. SENAM BALAI SERBA
GUNA KALIWATES 12-13 AUG 2007
16. BOLA VOLLY GOR PKPSO 15-26 AUG 2007
17. UPACARA DETIK-DETIK
PROKLAMASI RI ALUN-ALUN 17 AUG 2007
18. JEMBER CARNAVAL
CITY GOR PKPSO S/D
ALUN-ALUN 19 AUG 2007
19. TURNAMEN BILYAR
MASTER NASIONAL PUTRA BILYAR 24-31 AUG 2007
20. FESTIVAL PERMAINAN
RAKYAT ALUN-ALUN 26 AUG 2007
21. GEBYAR KIM BALAI SERBA
GUNA KALIWATES 27-31 AUG 2007
22. TAJEMTRA TANGGUL - JEMBER 1 SEPT 2007



TAJEMTRA (Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional)
Setiap tahun, untuk memperingati hari kemerdekaan RI di bulan Agustus, di kota Jember, diadakan gerak jalan dari daerah Tanggul ke Jember, yang dinamakan Tajemtra (Tanggul Jember Tradisional) . Bagi yang akan pergi melewati jalur ini, misalnya dari Surabaya yg akan pergi ke Jember harus memperhitungkan moment ini, bisa -bisa perjalanan jadi terhambat , atau harus tidur di mobil, karena jalan-jalan ditutup. Mungkin ada jalan alternatif tapi harus memutar dan bagi yangg tidak tahu jalan, hal ini bisa masalah.
Gelegar Tajemtra 2008 ini memang semakin menggema. Even kolosal yang akan digelar Sabtu malam pekan ini , telah menyedot animo warga untuk ikut ambil bagian di dalamnya. Peserta dari luar kota pun sudah berbondong-bondong mendaftar, bahkan dari Papua kabarnya juga ada yang ikut. Hanya saja yang dari luar kota ini ikut kelompok perorangan bukan beregu. Ribuan peserta yang ikut akan memperebutkan total hadiah senilai 100 juta rupiah. Kata panitia, khusus tahun ini aturan lebih diperketat lagi. Peserta liar tidak diperkenankan masuk barisan, dan akan ditindak tegas. Beberapa hal teknis lain, kartu laporan yang tidak distempel (start pos 1 sampai finish) tidak akan dinilai panitia.

Di Kota Jember ini juga terdapat banyak Objek Wisata yang banyak dikunjungi oleh turis domestic ataupun mancanegara. Beberapa diantara Objek Wisata tersebut adalah sebagai berikut :



PANTAI WATU ULO









Kearah selatan kota Jember di gugusan Samudera Indonesia terdapat pantai yang indah panorama alamnya yaitu Pantai Watu Ulo terletak ± 45 Km dari kota Jember. Untuk menuju ke Pantai watu Ulo bisa ditempuh dengan segala macam kendaraan. Disebut Watu Ulo karena di pantai itu ada sebuah batu panjang berbentuk ular (Jw. Ulo) dengan penuh sisik. Menurut cerita rakyat dikatakan bahwa pada jaman dahulu kala ada sebuah ular yang sedang bertapa di pantai itu. Setelah terkabul permohonannya kepada Yang Maha Kuasa maka berwujudlah ia menjadi sebuah batu yang persis seekor ular dengan kepalanya menjulur ke laut, sedang badannya berada di daratan.
Pada jaman pendudukan Jepang, pegunungan di sekitar Pantai Watu Ulo dijadikan benteng pertahanan dan pengintaian bala serdadu musuh yang mau menyusup daratan melalui pantai. Benteng Jepang yang berjumlah lima buah tersebut oleh masyarakat setempat disebut sebagai Goa Jepang dan merupakan salah satu lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Disamping Goa Jepang, di sebelah Watu Ulo ada sebuah Goa Lawa (Goa Kelelawar) yang dihuni ratusan ribu kelelawar. Goa ini bisa dimasuki oleh pengunjung dengan menyusuri dan melewati pantai berpasir. Karena tempatnya yang sunyi dari keramaian, goa ini sering dijadikan tempat bermeditasi bagi orang-orang tertentu, apalagi mengingat goa ini mempunyai kedalaman 100 m.

DAYA TARIK
- BATU ULAR merupakan batu memanjang di pesisir pantai yang sekilas mirip ular
- PANORAMA ALAM keindahan pantai dengan gugusan karang di tengah laut yangmerupakan ciri khas Pantai Watu Ulo
- PEKAN RAYA WATU ULO diselenggarakan pada tiap 1 Syawal s/d 10 Ayawal (lebaran) yng merupakan acara tradisi dalam rangka memberikan hiburan untuk masyarakat
- LARUNG SESAJI PANTAI WATU ULO diselenggarakan pada tanggal 7 Syawal (hari Raya ketupat) dengan maksud sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki yang diberikan kepada para nelayan khususnya dan masyarakat Sumberrejo pada umumnya.

AIR TERJUN TANCAK








Tancak adalah daerah perbukitan sekitar 16 km arah Barat Daya kota Jember. Di Tancak inilah terdapat air terjun tertinggi di Kabupaten Jember, dengan ketinggian 82 m dan debit air 150 meter kubik per detik menjadikan air terjun Tancak sebagai objek wisata alam andalan Kabupaten Jember.
Di sekitar air terjun ini wisatawan dapat menikmati Agro Wisata Kopi Kebun Gunung Pasang. Paket wisata ini sering didatangi wisatawan mancanegara.
REMBANGAN







Wisata Rembangan yang terletak 12 km arah Utara Kota Jember merupakan obyek wisata pegunungan yang dilengkapi dengan pemandian, hotel dan agrowisata Kopi Kebun Rayap. Obyek wisata Rembangan ini mempunyai luas lahan 45,30 Ha denghan suhu udara antara 18 – 250 C dengan ketinggian ? 600 meter dari atas permukaan laut, merupakan lokasi wisata yang sangat sesuai untuk beristirahat, apalagi ditunjang dengan udara pegunungan yang sejuk dan panorama alamnya yang indah.
Wisatawan yang berkunjung ke Rembangan dapat menikmati teh jahe Rembangan dan pisang agung goreng keju Rembangan yang merupakan makanan khas Jember. Dengan fasilitas yang memadai, seminar dan lokakarya sering diadakan di obyek wisata ini. Wisatawan juga dapat mengunjungi Agrowisata Kebun Rayap yang merupakan Paket Wisata Rembangan.

• DAYA TARIK WISATA:
1. AGRO WISATA (Rembangan dan Perkebunan Rayap/ PTPN XII) dengan hasil perkebunan yaitu: kopi Arabika dan Robusta, pisang, durian dan pepaya.
2. Kolam renang terdiri dari dua unit (untuk dewasa dan anak – anak)
3. Panorama alam pegunungan
4. Perusahaan susu sapi rembangan

0 komentar:

Ir arriba

Posting Komentar

Say Helo!

met datang wad temen-temen yang dah sudi liad blog anakh imut kaya aku,, :) jangan lupa follow ya,, mari berkawan!

Mengenai Saya

Foto saya
Jember, East Java, Indonesia
saya anak perempuan ke 2 dari bersaudara!!masi sekolah di SPADA Jember!then,, nothing special I think,,

Got Narsis!

Got Narsis!
Menggila bersama :)
 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
Ir Arriba